Text
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN METODE EOQ (ECONOMIC ORDER QUANTITY) PADA PT. BUMI MENARA INTERNUSA
Pengendalian persediaan berpengaruh terhadap penentuan (1) berapa kuantitas yang akan dibeli dalam periode akuntansi tertentu, (2) berapa jumlah atau kuantitas yang akan dibeli dalam setiap kali dilakukan pembelian,(3) kapan pemesanan bahan harus dilakukan, (4) berapa jumlah minimum kuantitas bahan yang harus selalu ada dalam persediaan pengaman (safety stock) agar perusahaan terhindar dari kemacetan produksi akibat keterlambatan bahan, dan berapa jumlah maksimum kuantitas bahan dalam persediaan agar dana yang ditahan tidak berlebihan.
Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil suatu simpulan sebagai berikut Persediaan bahan baku udang (trend persediaan) pada PT. Bumi Menara Internusa dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2019 total 36.763,86 ton atau rata-rata per tahun 1.021,218 ton, sedangkan pada tahun 2020 persediaan bahan baku udang sebesar 14.927,016. Ini menunjukkan setiap tahunnya mengalami peningkatan persediaan bahan baku udang.
Frekuensi pembeliaan bahan baku PT. Bumi Menara Internusa bila menggunakan metode EOQ adalah tahun 2017 sebanyak 3 kali per tahun, tahun 2018 sebanyak 3 kali per tahun, tahun 2019 sebanyak 3 kali per tahun dan tahun 2020 sebanyak 3 kali per tahun.
Total biaya persediaan bahan baku perusahaan bila dihitung menurut EOQ adalah sebagai berikut: a) Tahun 2017 sebesar Rp 855.051.790,- b) Tahun 2018 sebesar Rp 1.121.754.126,- c) Tahun 2019 sebesar Rp 1.215.172.608,- dan d) Tahun 2020 sebesar Rp 1.221.754.126,- jadi total biaya persediaan bahan baku yang dihitung menurut EOQ lebih sedikit dibandingkan yang dikeluarkan oleh PT. Bumi Menara Internusa, maka ada penghematan biaya persediaan bahan baku bila PT. Bumi Menara Internusa menggunakan metode EOQ dalam persediaan bahan bakunya.
Kata Kunci : EOQ, safety stock, frekuensi pembelian.
No copy data
No other version available